Teori Pembentukan Bumi

 

Sumber : pixabay.com

Fenomena alam yang terjadi merupakan bagian tak terpisahkan dari aktivitas panjang bumi kita sejak proses terjadinya alam semesta ratusan bahkan ribuan juta tahun yang lalu. Proses tersebut secara geologis mengalami beberapa tahapan atau pembabakan waktu.

a. Teori Pembentukan Bumi

Ada banyak teori dan penjelasan tentang terbentuknya bumi, salah satunya adalah teori “big bang” yang mempunyai arti dentuman besar, seperti yang dikemukakan oleh ilmuwan besar Inggris Stephen Hawking. Teori ini menyatakan bahwa alam semesta mulanya berbentuk gumpalan gas yang mengisi seluruh alam jagad raya. Gumpalan gas itu suatu saat meledak dengan satu dentuman yang amat dahsyat. Setelah itu, materi yang terdapat di alam semesta mulai berdesakan satu sama lain dalam kondisi suhu dan kepadatan yang sangat tinggi, sehingga hanya tersisa energy berupa proton, neutron, dan electron yang bertebaran ke seluruh arah. Ledakan dahsyat itu menimbulkan gelembung-gelembung alam semesta  yang menyebar dan menggembung ke seluruh penjuru, sehingga membentuk galaksi, bintang-bintang, matahari, planet-planet, bumi, bulan dan meteorit.

Selanjutnya proses evolusi alam semesta itu memakan waktu kosmologis yang sangat lama sampai berjuta tahun. Terjadinya evolusi bumi sampai adanya kehidupan memakan waktu yang sangat panjang. Ilmu paleontologi membaginya dalam enam tahap waktu geologis. Masing-masing ditandai oleh peristiwa alam yang menonjol, seperti munculnya gunung-gunung, benua, dan makhluk hidup paling sederhana. Sedangkan pembagian zaman berdasarkan proses evolusi bumi dibagi menjadi beberapa periode sebagai berikut.

1.) Arkaekum (Azoikum)

Masa Arkaekum merupakan masa awal, artinya masa awal pembentukan bumi dari inti sampai kulit bumi. Sementara itu, Azoikum (Yunani: a, artinya tidak, sedangkan zoon artinya hewan), yaitu zaman sebelum adanya kehidupan. Pada zaman ini, kondisi bumi belum stabil, udara masih sangat panas, kulit bumi masih dalam proses pembentukan. Kondisi yang demikian tidak memungkinkan terdapat kehidupan di bumi. Zaman ini berlangsung sekitar 2.500 juta tahun yang lalu.


Baca juga : Terbentuknya Kepulauan Indonesia


2.) Palaeozoikum (Zaman Primer)

Palaeozoikum, artinya zaman bumi purba, maksudnya masa ketika di permukaan bumi mulai terbentuk hidrosfer dan atmosfer. Palaeozoikum berlangsung kira-kira 340 juta tahun yang lalu. Saat itu sudah mulai ada tanda-tanda kehidupan dengan munculnya organisme bersel tunggal yang kemudian berkembang menjadi organisme bersel banyak (multiseluler). Kemudian muncullah organisme-organisme yang memiliki organ tubuh lebih kompleks, dari jenis invertebrata bertubuh lunak (ubur-ubur, cacing, koral), ikan tanpa rahang (landak laut, bintang lili laut), dan beberapa hewan laut lainnya. Zaman ini ditandai dengan munculnya kehidupan darat yang berasal dari air. Pada masa itu telah muncul tumbuhan dan hewan dan berkembang pertama kalinya, termasuk tumbuhan paku, paku ekor kuda, amfibi, serangga, dan reptilia.

3.) Mesozoikum 

Zaman Mesozoikum disebut juga zaman sekunder (zaman kedua). Zaman Mesozoikum berlangsung kurang lebih 140 juta tahun yang lalu. Pada masa ini, kehidupan berkembang dengan sangat cepat. Jumlah ikan, amfibi, dan reptile makin banyak. Reptile mencapai bentuk yang luar biasa besarnya, seperti dinosaurus (panjangnya 12 meter) dan atlantosaurus (panjangnya 30 meter). Fosil reptile raksasa ini banyak ditemukan hamper diseluruh dunia. Pada masa ini, burung dan binatang menyusui sebenarnya juga sudah ada, namun masih rendah tingkatnya.

4.) Neozoikum (Kainozoikum)

Neozoikum atau Kainozoikum, artinya zaman baru. Zaman Neozoikum berumur kira-kira 60 juta tahun yang lalu. Pada zaman ini keadaan bumi sudah membaik, perubahan cuaca tidak begitu ekstrem, dan kehidupan berkembang dengan pesat. Zaman ini dibagi menjadi zaman tersier dan zaman kuarter.

a. Zaman Tersier

Setelah zaman reptile raksasa punah, terjadi perkembangan jenis kehidupan lain, seperti munculnya primate dan burung tidak bergigi berukuran besar yang menyerupai burung unta. Sementara itu, muncul pula fauna laut, seperti ikan dan moluska, sangat mirip dengan fauna laut yang hidup sekarang. Adapun untuk tumbuhan berbunga terus berevolusi menghasilkan banyak variasi, seperti semak belukar, tumbuhan merambat, dan rumput.

b. Zaman Kuarter

Zaman kuarter berlangsung 600.000 tahun yang lalu. Pemunculan dan kepunahan hewan dan tumbuhan terjadi silih berganti, seiring dengan perubahan cuaca secara global. Zaman kuarter dibagi menjadi kala pleistosen dan kala holosen.

(1) Kala Pleistosen (Dilluvium)

kala pleistosen berlangsung 600.000 tahun yang lalu. Pada kala pleistosen paling sedikit telah terjadi lima kali zaman es (zaman glasial). Pada zaman glasial sebagian besar Eropa bagian utara ditutupi es, begitu pula pegunungan Alpen dan Himalaya. Keadaan flora dan fauna yang hidup pada kala peistosen sangat mirip dengan flora dan fauna yang hidup pada masa sekarang. Dalam kehidupan manusia purba, pada era inilah muncul manusia purba jenis Pitecanthropus Erectus.

(2) Kala Holosen (Alluvium)

Zaman holosen dimulai 20.000 tahun yang lalu hingga dewasa ini. Pada masa ini, muncul manusia cerdas (Homo Sapiens) yang oleh sebagian ahli dianggap sebagai nenek moyang dari manusia modern.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terbentuknya Kepulauan Indonesia